Berjudi Sama Halnya Dengan Menghancurkan Diri Sendiri

October 20, 2020 Business  No comments

Judi merupakan permainan menggunakan taruhan uang, barang, jasa, dan sejenisnya yang dalam praktiknya merugikan banyak pihak. Bermain judi mungkin terasa menggiurkan karena tanpa usaha dan kerja keras Anda bisa mendapatkan uang berlimpah secara tiba – tiba. Padahal uang yang Anda dapatkan dari bermain judi tersebut tidaklah halal.

Sesuatu yang tidak halal  berjudi sama halnya tidak diperkenankan dalam agama Islam. Selain dilarang dalam agama Islam, permainan judi dan sejenisnya juga dilarang oleh negara kita, Indonesia. Bahkan ada perundang Рundangan yang secara khusus membahas permainan terlarang ini apapun itu yang berbentuk taruhan seperti poker pkv. Ada ancaman denda dan penjara jika seseorang melakukan judi. Meskipun begitu, tetap saja banyak yang masih bermain judi hingga saat ini.

Bermain judi juga secara tidak langsung menjadikan Anda seseorang yang jahat. Mengapa demikian? Anda pasti setuju dengan statement ini karena memang sebenarnya orang yang berjudi itu jahat. Mereka tega mengambil uang yang seharusnya jadi anggaran belanja sebuah keluarga yang mungkin sedang kesusahan. Mereka tega mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk berobat si anak dalam sebuah keluarga.

Mereka mengambil uang yang seharusnya digunakan untuk biaya pendidikan anak dari sebuah keluarga kecil. Mereka tega membuat diri mereka sendiri tersiksa berjudi sama halnya dengan melakukan judi setiap menit setiap jam setiap waktu, melupakan kewajibannya, melupakan anak istrinya, melupakan keluarganya, hingga melupakan Tuhan yang menciptakannya.

Mereka juga tega tidak memberi kasih sayang dan etika yang seharusnya ia bagi pada anak kecilnya, pada istrinya, pada keluarganya karena terlalu sibuk mengurusi angka – angka judi yang mereka bilang keberuntungan yang sangat tidak bermanfaat itu. Mereka melupakan doa – doa yang seharusnya dipanjatkannya agar hidup yang dijalani tetap sejalan dengan ajaran agama. Melupakan syukur atas nikmat Tuhan yang tiada terkira karena terlalu sibuk mentraktir teman – teman judinya memakai uang yang tidak halal itu.

 

 

Mereka juga tega menghilangkan kesempatan berjudi sama halnya untuk diri mereka. Kesempatan untuk meng-upgrade diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik. Kesempatan dalam mengerti kehidupan lewat kejadian – kejadian yang sarat makna. Kesempatan dalam menunjukkan kemampuannya yang mungkin belum sempat digali dan kesempatan – kesempatan emas lainnya.

Mereka tega melakukan hal – hal merugikan tersebut hingga pada akhirnya dirinya hancur tanpa disadari. Mereka para penjudi menjadi lebih emosional ketika mereka mengalami kekalahan dan akhirnya kecanduan untuk terus memasang taruhan judi agar dirinya bisa menang.

Mereka tidak sadar, ada uang berjudi sama halnya yang tadinya didapat dari kerja keras malah dibuang secara cuma – cuma hanya untuk mendapatkan uang yang tidak layak didapatkan. Pada situasi tersebut, tak akan ada yang mengingat dosa yang terpenting adalah bagaimana cara uang mereka bertambah dengan instan tanpa harus bekerja.

Orang – orang seperti itu banyak sekali pada zaman sekarang. Orang – orang yang pura pura bodoh dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bukankah sudah jelas permainan judi dilarang dalam agama dan negara? Akan tetapi tetap saja mereka melanggar.

Baiknya kita berusaha dan bekerja dengan halal saja jika ingin mendapatkan uang. Yakinlah, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Seberapa banyak pun uang yang diperoleh, yang terpenting adalah rasa syukur kita kepada-Nya. Itu cukup untuk kita sebagai manusia yang baik dalam menghargai keberadaan Tuhan kita.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>